Addurl.nu China Laporkan 0 Kasus Corona Penularan Lokal dalam Sehari - Kompi News

Tuesday, May 12, 2020

China Laporkan 0 Kasus Corona Penularan Lokal dalam Sehari


KompiNews.com - China melaporkan tidak ada infeksi penularan virus corona lokal pada Selasa (12/5). Laporan ini terjadi setelah dalam dua hari terakhir muncul laporan kasus baru virus corona di Negeri Tirai Bambu.

Komisi Kesehatan Nasional China melaporkan pemerintah dan warga tetap merasa khawatir adanya gelombang kedua virus corona di tengah upaya untuk membangkitkan kembali sektor perekonomian.

Sehari sebelumnya pada Senin (11/5), China melaporkan 17 kasus baru dengan lima diantaranya berasal dari Wuhan. Sementara tujuh diantaranya merupakan kasus baru impor.

Sementara pada Minggu (10/5) China juga melaporkan 14 kasus baru virus corona.

Penambahan kasus baru kali ini merupakan yang terbanyak selam hampir sepuluh hari terakhir. Wuhan baru melaporkan kembali temuan kasus baru setelah lebih dari sebulan mencatat nihil infeksi virus corona.

Mengutip AFP, China mencatat kemunculan klaster baru penyebaran virus corona di Wuhan dan satu klaster lainnya di kota Shulan.

Pada akhir pekan lalu, pemerintah memerintahkan penguncian wilayah (lockdown) di kota Shulan menyusul laporan klaster baru Covid-19.

Pemerintah China mencabut lockdown Provinsi Hubei, Kota Wuhan pada Selasa (24/3) tengah malam. China memutuskan untuk lockdown menekan laju penularan virus corona selama 76 hari.

China sempat menjadi negara dengan infeksi corona tertinggi di dunia sejak kasus tersebut pertama kali dilaporkan pada akhir Desember lalu.

Hingga kini Worldometers mencatat China memiliki 82.919 kasus virus corona dengan 4.633 korban jiwa dan 78.171 pasien dinyatakan sembuh.

Pandemi virus corona membuat China menghadapi kritik dari sejumlah negara seperti AS dan Inggris karena dituding menganggap remeh virus dan menyembunyikan informasi ketika pertama kali muncul di Wuhan. Namun tuduhan tersebut dibantah pemerintah China yang menegaskan pihaknya selalu berkomunikasi kepada Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan negara-negara lain.

Sumber : CNN Indonesia

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda