Addurl.nu Kepala Polisi Manila Dijerat Pidana Karena Gelar Pesta Ultah Saat Lockdown - Kompi News

Thursday, May 14, 2020

Kepala Polisi Manila Dijerat Pidana Karena Gelar Pesta Ultah Saat Lockdown


KompiNews.com - Kepala Kepolisian Manila, Mayor Jenderal Debold Sinas, akan dijerat dakwaan pidana setelah kedapatan menggelar pesta ulang tahun di tengah lockdown virus Corona (COVID-19) yang melarang perkumpulan massal. Sinas telah meminta maaf atas kontroversi yang ditimbulkannya di tengah masyarakat.

Seperti dilansir Reuters dan media lokal Filipina, Inquirer.net, Kamis (14/5/2020), Sinas telah meminta maaf karena 'memicu kecemasan di tengah publik'. Namun insiden ini telah diselidiki oleh pemerintah Filipina, juga oleh Kepala Kepolisian Nasional Filipina dan Kementerian Kehakiman.

Juru bicara Istana Kepresidenan Filipina atau Malacanang, Harry Roque, menyatakan dakwaan pidana telah dipersiapkan untuk dijeratkan terhadap Sinas dan para pejabat senior kepolisian yang menghadiri pesta ulang tahun saat lockdown, pekan lalu. Delik yang dijeratkan kepada Sinas baru akan diumumkan Jumat (15/5) besok.

"Berdasarkan percakapan terakhir saya dengan Kepala Kepolisian Nasional Filipina, Jenderal Archie Gamboa, kasus pidana kini tengah dipersiapkan untuk diajukan besok terhadap Kepala NCRPO, Debold Sinas, bersama para pejabat senior kepolisian lainnya yang menghadiri acara itu," tegas Roque.

Ditambahkan Roque bahwa izin dari kantor Presiden Filipina terkait penjeratan dakwaan telah diterbitkan dan diberikan kepada Kepolisian Nasional Filipina (PNP). Izin ini dibutuhkan karena Sinas ditunjuk oleh presiden.

Pesta ulang tahun Sinas d tengah lockdown terungkap saat puluhan foto diposting ke akun Facebook milik Kantor Kepolisian Daerah Ibu Kota Nasional (NCRPO). Foto-foto itu menunjukkan Sinas dan puluhan anak buahnya duduk berdekatan dan makan bersama tanpa memakai masker. Terlihat juga kaleng-kaleng bir di dalam foto itu, padahal diketahui ada larangan miras yang diberlakukan di Manila dan sekitarnya.

Sedikitnya ada 20 foto yang diunggah ke akun Facebook NCRPO dan kini telah dihapus. Pesta yang digelar di markas NCRPO itu pada 8 Mei lalu ini menjadi topik pembahasan hangat oleh publik dan pengguna media sosial di Filipina dengan 22 ribu tweet mengulasnya. Kecaman pun bermunculan, dengan beberapa pihak menyinggung soal standar ganda untuk Sinas dan anak buahnya.

Sinas telah meminta maaf dan menyatakan dirinya tidak bermaksud melanggar lockdown. Dia menekankan bahwa acara itu merupakan pesta kejutan dari anak buahnya, yang merencanakannya. Namun Sinas dinilai seharusnya dia bisa menolak pada saat itu juga karena jelas-jelas acara berkumpul dilarang.

Dalam pernyataannya, Sinas menyebut dirinya 'terlampau bahagia' pada saat mengetahui anak buahnya menggelar pesta kejutan untuk ulang tahunnya yang ke-55. "Namun demikian, saya meminta maaf atas apa yang terjadi selama ulang tahun saya yang memicu kecemasan bagi publik. Bukan maksud saya untuk tidak mematuhi protokol yang berlaku terkait penerapan enhanced community quarantine (ECQ/lockdown)," tulis Sinas dalam pernyataannya.

Menteri Dalam Negeri Filipina, Eduardo Ano, mengomentari kasus ini dan menyebut pesta ulang tahun itu tidak seharusnya dilakukan karena melanggar lockdown yang diterapkan di Manila dan sekitarnya.

Sumber : DetikCom

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda