Addurl.nu Mantan Pemain Timnas Indonesia Kini Berjualan Gamis - Kompi News

Tuesday, May 12, 2020

Mantan Pemain Timnas Indonesia Kini Berjualan Gamis


KompiNews.com - Mantan penggawa Timnas Indonesia, Mohammad Nasuha, saat ini hanya bisa membantu istri jualan gamis di tengah pandemi virus corona.

Nasuha yang pensiun karena cedera panjang, sebenarnya tercatat sebagai asisten pelatih Perserang Serang. Namun, gajinya belum dibayar sejak Februari.

Tabungan dari hasil kerja keras saat masih menjadi salah satu pemain top di beberapa klub papan atas Indonesia, tak lagi bersisa.

Nasuha sadar, mengeluh tidak akan membuatnya keluar dari masalah. Ia harus terus bergerak supaya dapur keluarga tetap ngebul.

"Kami dari pertengahan Februari belum digaji sama sekali sampai Maret. Padahal sudah menjalani satu pertandingan di kompetisi Liga 2 sebelum ada virus corona," kata Nasuha dalam perbincangan bersama CNNIndonesia.com, Selasa (12/5).

"Setelah kompetisi disetop, kami juga masih sempat latihan sekitar dua minggu sampai akhir Maret," ujar penggawa Timnas Indonesia di Piala AFF 2010.

Tak hanya itu, manajemen Perserang juga disebut Nasuha masih menunggak gaji musim lalu. Jumlahnya sebesar 75 persen dari gaji satu bulan terakhir.

"Jadi belum semua dibayar, yang kemarin sudah dibayar itu adalah pemain yang sudah keluar dari Perserang. Pemain yang masih ada belum dibayar. Staf pelatih juga belum," ucapnya.

Nasuha berharap banyak manajemen Perserang punya nurani untuk menyelesaikan gaji yang tertunggak. Setidaknya gaji Maret yang tertunggak bisa memperpanjang napas di tengah pandemi corona.

Manajemen memang sempat menjanjikan untuk membayarkan gaji pada 5 April. Tapi, janji tersebut menguap dan membuat pemain gigit jari. Sejumlah pemain akhirnya berteriak di media sosial untuk menagih haknya.

Kegelisahan pemain membuat Nasuha sedih. Ia paham betul, para pemainnya adalah anak muda yang baru berkeluarga dan hanya mengharapkan pemasukan dari pekerjaannya sebagai pesepakbola.

Tapi di sisi lain ia juga paham, kondisi manajemen yang tidak mendapatkan bayaran dari sponsor secara penuh akibat dampak pandemi wabah virus corona.

"Pemain yang berkeluarga kan mengandalkan gaji satu bulan ini. Mereka sangat berharap bisa diberikan karena tidak ada lagi yang bisa diharapkan. Pemain bola itu tidak bisa tiba-tiba berhenti main terus usaha. Saya prihatin dengan kondisi ini."

"Gaji pemain Liga 2 itu kan tidak seperti Liga 1. Kalau Liga 1 gajinya besar, dipotong gaji juga masih bisa napas enak. Janjinya sebelum lebaran ini mau diselesaikan," ungkap mantan pemain Persija Jakarta dan Persib Bandung tersebut.

Hari-hari libur latihan, libur kompetisi di tengah masa karantina virus corona dihabiskan Nasuha dengan membantu sang istri berjualan baju gamis. Ia menyewa sebuah kios kecil di daerah Serang, Banten, tak jauh dari tempat tinggalnya.

Namun di tengah kondisi ekonomi yang sedang kacau, daya beli masyarakat juga berkurang. Alhasil, tidak ada pemasukan tetap yang bisa didapat.

"Sempat dijual online, tapi kalah saing. Daya beli juga berkurang sekarang. Tabungan juga sudah tidak ada, pemasukan dari jualan saja. kondisi saya sebenarnya sama saja dengan pemain. Mau bagaimana lagi."

"Namanya hidup, kalau kita tidak ada pemasukan ambil dari tabungan. Ya lama-lama habis. Begitulah namanya kehidupan," ujar Nasuha nelangsa.

Nasuha yang merupakan pencetak gol buat Timnas Indonesia di leg kedua final Piala AFF 2010 ketika melawan Malaysia di Stadion GBK itu memutuskan pensiun dini dari sepak bola akibat cedera lutut kiri yang menimpanya. Ketika memutuskan pensiun ia masih dalam usia produktif, 28 tahun.

Cedera lutut dialami Nasuha ketika ia tengah membela Persib Bandung menghadapi Persija Jakarta di Stadion GBK. Ia mengaku salah bertumpu ketika berlari yang membuat lutut kirinya bermasalah.

Meski sudah menjalani fisioterapi secara maksimal, tapi rasa nyeri masih tersisa. Pada 2014, Nasuha kembali merumput bersama Cilegon United dan cedera lututnya kambuh.

Sejak saat itu, Nasuha harus mengubur mimpi untuk konsisten bermain di level tertinggi. Artinya, ia kesulitan gabung klub profesional apalagi kembali membela ke Timnas Indonesia.

Sumber : CNN Indonesia

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda