Addurl.nu Penembakan Hingga Tewas Pria 19 Tahun saat Demo Keadilan George Floyd - Kompi News

Saturday, May 30, 2020

Penembakan Hingga Tewas Pria 19 Tahun saat Demo Keadilan George Floyd



KompiNews.com - Seorang pria yang berusia 19 tahun telah tewas dengan luka tembak pada saat melakukan unjuk rasa untuk menuntut keadilan terhadap kematian George Floyd di Detroit, Amerika Serikat pada Jumat (29/5) malam waktu setempat. Kejadian itu terjadi ketika tembakan yang dilepaskan kepada kerumunan pengunjuk rasa.

Dari pihak kepolisian setempat pun juga membenarkan adanya tragedi tersebut.

Dilansir dari CNN, pada Sabtu (30/5), pihak kepolisian mengatakan bahwa tembakan yang telah dilakukan tersebu merupakan seseorang yang tak dikenal dari Sport Utility Vehicle (SUV) Dodge Durango berwarna abu-abu. Dan korban kemudian meninggal saat berada di rumah sakit.

Tetapi polisi masih belum mengkonfirmasi apakah korban yang tewas tertembak tersebut merupakan bagian dari pengunjuk rasa atau tidak. Petugas hanya dapat memastikan jika penembakan yang telah terjadi tersebut berada di pusat kota tempat berlangsungnya protes. Dan saat ini aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan insiden penembakan tersebut.

Ternyata insiden penembakan tidak hanya sekali terjadi saja ketika melakukan unjuk rasa keadilan bagi Floyd. Laporan dari New York Times menyebutkan bahwa tujuh orang telah tertembak pada saat aksi unjuk rasa yang dilakukan di Louisville, Kentucky, AS pada Kamis (28/5).

Pihak kepolisian menyatakan bahwa satu dari tujuh orang yang telah tertembak mengalami kritis. Polisi juga mengklaim bahwa mereka tidak melepaskan tembakan ketika mengawal jalannya aksi protes yang dilakukan tersebut. Kepolisian pun menyatakan masih terlalu dini untuk dapat menentukan pelaku dalam insiden penembakan itu.

Sebelumnya Kepala Polisi Detroit yaitu James Craig, mengatakan jika ia sudah menangkap satu orang yang tengah mencoba untuk menabrak seorang petugas. Sementara itu petugas komando dikabarkan telah dipukul menggunakan sebuah batu oleh seorang pendemo dan langsung dibawa ke rumah sakit saat itu juga.

Menurut pernyataan Craig jika banyak dari mereka sebagai pengunjuk rasa yang telah ditangkap bukanlah penduduk asal dari kota Detroit.

"Saya tidak akan berdiri dan membiarkan minoritas kecil, penjahat, datang ke sini, menyerang petugas kami dan membuat komunitas kami tidak aman. Hanya tahu, kami tidak akan mentolerirnya," kata Craig.

Aksi demonstrasi ini diketahui pertama kali pecah di Minneapolis, Minnesota, yang tepatnya sehari setelah kematian Floyd itu terjadi pada Senin (25/5).

Kematian Floyd yang akhirnya memicu puncak amarah masyarakat AS terkait kebrutalan dan juga sikap rasial yang dilakukan aparat kepolisian kepada warga kulit hitam di negara tersebut.



Floyd sebelumnya tewas setelah dirinya mendapatkan perlakuan agresif dari petugas kepolisian AS yang menangkapnya, Derek Chauvin. Dalam rekaman video yang viral tersebar di media sosial telah memperlihatkan ketika Chauvin memborgol tangannya Floyd lalu menjatuhkan badannya ke aspal.

Chauvin pun juga mengunci badan Floyd dengan cara tidak manusiawi yaitu mencekik lehernya menggunakan lututnya tersebut. Floyd ketika itu ditangkap setelah polisi menerima laporan bahwa sebuah supermarket yang mengklaim jika pria berkulit hitam tersebut menggunakan uang palsu pada saat membeli sebuah barang.

Setelah lehernya dicekik dengan lutut, tak lama setelah itu Floyd terdiam dan tubuhnya tidak bergerak sama sekali. Floyd pun tidak bereaksi kembali ketika petugas memintanya untuk berdiri dan masuk ke dalam mobil polisi. Setelah itu, Floyd dibawa ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak dapat tertolong lagi.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda