Addurl.nu Sekuriti AS Dibunuh Karena Hanya Ingatkan Pengunjung Memakai Masker - Kompi News

Tuesday, May 5, 2020

Sekuriti AS Dibunuh Karena Hanya Ingatkan Pengunjung Memakai Masker


KompiNews.com - Seorang petugas keamanan atau sekuriti di Michigan, Amerika Serikat (AS), tewas ditembak setelah berupaya mengingatkan para pengunjung toko setempat untuk memakai masker di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Tiga orang yang merupakan satu keluarga didakwa atas pembunuhan petugas keamanan ini.

Seperti dilansir CNN, Selasa (5/5/2020), petugas keamanan bernama Cavin Munerlyn (43) ini meninggal dunia usai dilarikan ke sebuah rumah sakit di Flint, Michigan, pekan lalu. Kepala Kepolisian Michigan, Letnan Polisi David Kaiser, menyebut Munerlyn yang bekerja sebagai petugas keamanan toko bernama Michigan Family Dollar Store ini, ditembak di kepala pada Jumat (2/5) waktu setempat.

Tiga orang yang masih satu keluarga telah dijerat dakwaan pembunuhan berencana tingkat pertama dan beberapa dakwaan lainnya, seperti kepemilikan senjata api dan menyembunyikan senjata. Ketiganya diidentifikasi bernama Ramonyea Travon Bishop (23), Larry Edward Teague (44) dan Sharmel Lashe Teague (45).

Kantor Jaksa Genesee County dalam pernyataannya pada Senin (4/5) waktu setempat menyebut Sharmel dan Larry merupakan pasangan suami-istri, sedangkan Bishop adalah anak laki-laki Sharmel.

"Dari semua indikasi, Munerlyn hanya menjalankan tugasnya dalam menegakkan Perintah Eksekutif Gubernur terkait pandemi COVID-19 demi keselamatan seluruh pegawai dan pelanggan," sebut jaksa Genesee County, David Leyton, dalam pernyataannya.

Menurut kantor jaksa setempat, Munerlyn terlibat adu mulut dengan Sharmel setelah memberitahu bahwa putrinya perlu memakai masker. Rekaman CCTV di lokasi mengonfirmasi insiden tersebut. Putri Sharmel akhirnya meninggalkan toko itu, namun Sharmel berteriak ke arah Munerlyn.

"(Sharmel) Teague mulai berteriak ke arah Munerlyn yang saat itu memintanya pergi dari toko dan menginstruksikan petugas kasir untuk tidak melayaninya," sebut kantor jaksa setempat.

Di bawah perintah eksekutif Gubernur Michigan, Gretchen Whitmer, seluruh pegawai dan pelanggan toko ritel wajib memakai masker.

Rekaman CCTV juga menunjukkan bahwa sesaat usai adu mulut itu, Sharmel pergi dengan mobil SUV-nya. Namun sekitar 20 menit kemudian, mobil yang sama kembali datang dan dua pria turun dari mobil lalu masuk ke dalam toko. Kedua pria itu diidentifikasi sebagai Bishop dan Larry.

Jaksa Leyton menyebut salah satu dari pria itu berteriak ke arah Munerlyn dan menuduhnya tidak menghormati istrinya. Satu pria lainnya, yang belakangan diidentifikasi sebagai Bishop, lantas menembak Munerlyn di kepala.

"Ini tidak masuk akal. Hanya gara-gara masker. Gara-gara masker? Ini bukan caranya untuk berperilaku sekarang ini. Kita perlu bersama-sama," tanya sepupu Munerlyn, Tinas James, kepada media lokal WJRT, afiliasi CNN.

Kepolisian setempat telah menahan Sharmel, namun masih memburu Bishop dan Larry.

Sumber : DetikCom

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda