Addurl.nu Mulai Cairkan Bansos untuk Warga Terdampak Covid-19 di Jawa Timur - Kompi News

Wednesday, May 6, 2020

Mulai Cairkan Bansos untuk Warga Terdampak Covid-19 di Jawa Timur

Mulai Cairkan Bansos untuk Warga Terdampak Covid-19 di Jawa Timur


KompiNews.com - Dana bantuan sosial (Bansos) program social safety net atau jaring pengaman sosial yang dialokasikan pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Timur untuk mengintervensi warga terdampak Covid-19 mulai dicairkan.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta pada bupati dan wali kota untuk segera menyelesaikan proses penyampaian data by name by address kepada Kementerian Sosial (Kemsos) melalui Pusdatin sebagai dasar pemberian bantuan sosial tunai kepada warga masyarakat terdampak Covid-19 senilai Rp 600.000 selama tiga bulan yang masa update-nya diperpanjang sampai Rabu (6/5/2020) hingga pukul 24.00 WIB.


"Kami mohon sampai dengan pukul 24.00 WIB hari ini data tersebut sudah masuk. Termasuk bagi kabupaten dan kota yang belum memaksimalkan data sesuai kuota, jika masih memungkinkan untuk dapat dimaksimalkan sehingga semua kuota dapat terpenuhi,” kata Khofifah dalam rakor virtual bersama bupati dan wali kota se-Jatim, Rabu (6/5/2020) petang.

Khofifah menjelaskan, bansos jaring pengaman sosial yang diberikan oleh Pemprov Jawa Timur itu diantaranya adalah bansos suplemen dan pelapisan bantuan pangan non tunai (BPNT) serta program bantuan pangan/tunai melalui bantuan keuangan khusus (BKK), dan bantuan sosial warung sekitar pondok pesantren.

Adapun yang saat ini sudah mulai bisa dinikmati warga terdampak Covid-19 adalah dana pelapisan pada keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan pangan non tunai (BPNT) berbasis kelurahan.

Dana itu sudah ditransfer ke masing-masing rekening KPM yang berbasis kelurahan melalui pengisian rekening BPNT masing-masing KPM di bank penyalur yakni bank himpunan bank milik negara (Himbara).

Dengan intervensi ini, setiap KPM berbasis kelurahan, tidak hanya mendapatkan bantuan Rp 200.000 berupa sembako dari pemerintah pusat, juga ditambah top up sebesar Rp 100.000 dari Pemprov Jatim.

"Kami sudah salurkan melalui transfer dari Bank Himbara bantuan top up untuk KPM BPNT yang berbasis kelurahan. Mereka warga Jatim yang dapat bantuan BPNT sebesar Rp 200.000 dalam bentuk sembako, ditambah oleh Pemprov Jatim top up sebesar Rp 100.000. Total berjumlah 333.022 keluarga penerima manfaat," kata Khofifah.

Khofifah menjelaskan, tujuan penambahan top up ini karena untuk wilayah berbasis kelurahan, mereka tidak memiliki tambahan bantuan dari realokasi dana desa yang diberikan untuk warga terdampak. Sehingga, Pemprov Jatim merasa perlu untuk menambah pelapisan bantuan ini.

Adapun total KPM di Jatim yang mendapatkan tambahan top up ada sebanyak 333.022 KPM dengan nilai total bantuan dari Pemprov Jatim mencapai Rp 99,906 miliar. Tambahan top up ini akan dilakukan tiga kali selama tiga bulan ke depan.

"Kalau kita rinci bagi daerah yang kini sedang menerapkan PSBB, untuk Kota Surabaya yang mendapatkan top up dari Pemprov Jatim ada sebanyak 118.758 KPM, yang setara dengan Rp 5,62 miliar," kata Khofifah.

Sedangkan untuk Kabupaten Sidoarjo yang menerima top up ini ada sebanyak 6.773 KPM yang setara dengan total nilai Rp 2 miliar. Kabupaten Gresik yang akan menerima bantuan ada sebanyak 3.448 KPM atau setara Rp 1 miliar.

Lebih lanjut, Khofifah menyatakan, selanjutnya bansos jaring pengaman sosial berupa bantuan keuangan khusus bagi warga terdampak Covid-19 yang diberikan melalui kabupaten kota. Bantuan tersebut disiapkan guna menyisir warga terdampak yang belum tersisir dan belum mendapatkan bantuan program keluarga harapan (PKH), BPNT, kartu sembako, bantuan tunai dari Kemsos, program kartu prakerja, maupun BLT dari dana desa.

"Kami menyiapkan dana bantuan keuangan khusus senilai Rp 549,9 miliar untuk sebanyak 750.000 KPM yang belum mendapat intervensi dari pusat. Mereka akan dibantu Pemprov Jatim berupa bantuan tunai Rp 200.000 per bulan selama tiga tiga bulan ke depan," tandas Khofifah.

Sumber : BeritaSatu

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda