Addurl.nu Terharu! Pasien Covid 19 Dinyatakan Sembuh, Begini Ceritanya - Kompi News

Sunday, May 3, 2020

Terharu! Pasien Covid 19 Dinyatakan Sembuh, Begini Ceritanya

Terharu! Pasien Covid 19 Dinyatakan Sembuh, Begini Ceritanya

kompinews.com - Mark Anthony Balcueva tahu dirinya berpotensi terinfeksi virus corona Covid-19. Tetapi dia masih terguncang ketika dia menerima berita dia positif terinfeksi, yang mengakibatkan dekat dengan kematian dan 13 hari di rumah sakit. 

Drummer Filipina berusia 41 tahun dan ayah dari satu orang ini tampil di bar-bar yang penuh sesak di Hong Kong enam malam seminggu untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tetapi 48 jam setelah pertunjukan terakhirnya pada tanggal 23 Maret, dia menjadi sakit parah karena sakit perut dan diare, dan demam lebih dari 39 derajat celcius.

Didiagnosis positif Covid-19 Dia pergi ke Rumah Sakit Ruttonjee di Wan Chai untuk pemeriksaan, dan enam jam kemudian, diberi tahu hasilnya bahwa dia positif Covid-19. 

"Saya menangis sangat keras untuk pertama kalinya, karena saya tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya, apakah saya akan bisa sembuh atau mati," kata Mark dikutip dari South China Morning Post (3/5/2020). 

Balcueva telah mendengar banyak kisah suram dari pasien virus corona, dan tahu itu tergantung nasib. "Jika aku tidur, aku tidak tahu apakah aku masih akan hidup besok," kata dia.

Di rumah sakit, kondisi Balcueva memburuk. Dia kehilangan indra perasanya, mengalami sesak napas akut, dan harus diberi oksigen. Pemindaian paru-parunya menunjukkan pola yang mirip dengan kaca buram. "Aku membuka mulut lebar-lebar dan terengah-engah, tapi rasanya ada sesuatu yang menekan dadaku dan udara tidak mau masuk. Setiap napas adalah usaha yang berat," kenang dia.

Selalu ingat putrinya Selama beberapa hari, Balcueva hanya minum air dan makan biskuit karena kesulitan bernafas dan menelan. Dia mengatakan apa yang membuatnya berusaha bertahan hidup adalah putrinya yang berusia delapan tahun di Filipina. 

“Setiap hari saya mencoba memanggilnya menggunakan FaceTime. Saya mengatakan kepadanya, 'jangan khawatir, saya akan pulih'. Karena menjadi ayah berarti tidak membiarkan anakmu khawatir,” tutur dia. Terinfeksi di bar Balcueva adalah salah satu dari 103 pasien coronavirus di “klaster bar dan band” yang mengejutkan kota sebagai wabah kelompok terbesar hingga saat ini. 

Jauh melampaui klaster aula ibadah budha di North Point, atau sekelompok 15 orang yang menghadiri pesta pernikahan di Pulau Lantau, dan 13 lainnya yang berkumpul untuk makana malam di Kwun Tong. 

Pasien pertama di bar cluster muncul pada 18 Maret, dan yang terakhir hampir sebulan kemudian pada 13 April. Infeksi dimulai dengan pelanggan dan pekerja di sejumlah bar dan pub di distrik kehidupan malam Lan Kwai Fong, Wan Chai dan Tsim Sha Tsui. 

Infeksi kemudian menyebar ke kontak dekat mereka dan anggota keluarga, termasuk bayi berusia enam minggu, pasien lokal termuda yang dicatat, yang diyakini telah tertular virus melalui orang yang terinfeksi dari cluster.

Hong Kong menutup bar, pub, dan klub malam pada 3 April setelah gelombang infeksi terkait. Kota itu tidak mencatat kasus baru pada hari Sabtu, dengan total penghitungan di 1.039 dan empat kematian. 

Balcueva telah tampil di Insomnia, Center Stage, Dusk hingga Dawn dan All Night Long - semua terkait dengan bar cluster - tetapi mengatakan dia masih tidak yakin di mana dia terinfeksi. “Saya memakai masker setiap hari bahkan ketika saya pergi ke pasar atau berjalan-jalan. Saya memakai masker di bar sampai saya tampil karena sulit untuk bernyanyi dengan masker," kata dia. 

Balcueva juga makan bersama teman-teman bandnya di dapur bar sebelum mereka naik ke panggung. Anggota lain dalam kelompok enam orangnya juga terinfeksi. Balcueva mengatakan dia tahu risikonya, karena di bar ada banyak orang di "lingkungan gelap", tetapi mengatakan dia harus berjuang untuk menghasilkan 9.000 dollar Hongkong per bulan. "Saya juga memiliki hasrat untuk bermain musik," ungkap dia. 

Sembuh setelah 13 hari Balcueva dipulangkan pada 6 April setelah terapi koktail obat-obatan membantu memperbaiki kondisinya, tetapi dia masih harus kembali ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

Untungnya, dia merasa fungsi paru-parunya telah kembali normal, dan dia bisa berjalan menaiki tangga tanpa kesulitan untuk mengatur napas. Dia mengaku sangat berterima kasih kepada para dokter dan perawat yang merawatnya di Rumah Sakit Ruttonjee. 

“Saya bahkan bukan warga negara Hong Kong. Mereka benar-benar menyelamatkan hidup saya, saya sangat berterima kasih," tutur dia. Dia mengatakan dia mungkin masih kembali tampil ketika bar dibuka kembali untuk mencari nafkah. 

“Tapi untuk sekarang, ulang tahunku bulan depan, dan aku harus merayakan kehidupan kedua yang diberikan padaku. Saya merasa sangat diberkati," ungkapnya.

Sumber : Kompas

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda