Addurl.nu Segera Disidang Tersangka Kasus Korupsi Alih Fungsi Hutan Riau - Kompi News

Wednesday, June 3, 2020

Segera Disidang Tersangka Kasus Korupsi Alih Fungsi Hutan Riau

Segera Disidang Tersangka Kasus Korupsi Alih Fungsi Hutan Riau


Dikutip dari DetikCom - Penyidik KPK telah mengumpulkan berkas perkara tersangka kasus dugaan korupsi pengajuan revisi alih fungsi hutan di Riau, Suheri Terta. Suheri Terta segera disidang.

"Hari ini (3/6/2020) penyidik KPK melaksanakan tahap II (penyerahan tersangka dan barang bukti) atas nama Suheri Terta selaku Legal Manager PT Duta Palma Group Tahun 2014 ke JPU," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Rabu (3/6/2020).


Ali mengatakan selanjutnya tim jaksa penuntut umum (JPU) KPK memiliki waktu selama 14 hari kerja untuk menyelesaikan surat dakwaan. Suheri Terta bakal diadili di Pengadilan Tipikor Pekanbaru.

"JPU dalam waktu 14 hari, akan segera melimpahkan berkas perkara ke PN Tipikor Pekanbaru," sebutnya.

Ali mengatakan masa penahanan Suheri pun diperpanjangan selama 20 hari ke depan. Total ada 30 saksi dari berbagai unsur yang diperiksa dalam proses penyidikan.

Kasus ini yang menjerat Suheri Terta ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada Kamis, 25 September 2014, pada Annas Maamun sebagai Gubernur Riau saat itu dan Gulat Medali Emas Manurung sebagai Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Riau. Baik Annas maupun Gulat telah divonis bersalah hingga putusannya berkekuatan hukum tetap.

Dalam pengembangan kasus, KPK menjerat dua tersangka baru yakni Suheri Terta sebagai Legal Manager PT Duta Palma Group tahun 2014 dan Surya Darmadi sebagai pemilik PT Darmex Group atau PT Duta Palma. Mereka diduga terlibat dalam kasus suap terkait pengajuan revisi alih fungsi hutan di Provinsi Riau pada Kementerian Kehutanan tahun 2014.

Selain itu, KPK juga menjerat PT Palma Satu sebagai tersangka korporasi. PT Palma Satu dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. - Kompinews.com

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda