Addurl.nu Kompi News: Sains
Showing posts with label Sains. Show all posts
Showing posts with label Sains. Show all posts

Wednesday, May 20, 2020

Jokowi Dorong Indonesia Temukan Vaksin Corona


KompiNews.com - Presiden Joko Widodo meminta Indonesia bisa memproduksi vaksin virus corona sendiri jangan hanya mengandalkan impor untuk atasi pandemi Covid-19.

Vaksin Corona Buatan Thailand Sukses Terhadap Tikus dan Siap Dipakai 2021


KompiNews.com - Otoritas Thailand memperkirakan vaksin untuk virus Corona (COVID-19) yang dikembangkan sendiri oleh negara ini, akan siap pada tahun depan. Hal ini disampaikan setelah uji coba vaksin pada tikus di laboratorium setempat menunjukkan hasil yang baik.

Monday, May 18, 2020

Indonesia Patenkan Anti Virus Corona


KompiNews.com - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) memastikan tiga produk anti virus corona berbasis eucalyptus yang sudah didaftarkan paten, bisa menyembuhkan penyakit Covid-19 akibat infeksi virus corona SARS-CoV-2.

Sunday, May 17, 2020

Tes Antibodi Baru Deteksi Covid-19 Dikembangkan Peneliti


KompiNews.com - Gabungan peneliti dari Australia, Perancis, dan Jepang tengah mengembangkan cara baru deteksi Covid-19 dengan mengecek antibodi pada darah seseorang apakah pernah terjangkit Covid-19 akibat infeksi virus corona atau tidak.

Wednesday, May 13, 2020

Gereja Australia Didenda Rp 1,4 M Karena Jual Pemutih untuk Obat Corona


KompiNews.com - Sebuah gereja di Australia dihukum denda AUS$ 151.200 (Rp 1,4 miliar) karena menjual produk yang diklaim sebagai obat 'ajaib' untuk virus Corona (COVID-19), yang ternyata mengandung produk cairan pemutih.

Tuesday, May 12, 2020

Ramuan Obat Corona Menjadi Racun, Apoteker India Tewas


KompiNews.com - Seorang apoteker di India meninggal setelah keracunan akibat menenggak cairan kimia hasil racikan yang dia buat dengan tujuan untuk mengobati virus corona (Covid-19).

Monday, May 11, 2020

Beberapa Peristiwa Dentuman Misterius di Dunia


KompiNews.com - Warga di Jawa Tengah dikejutkan dengan suara dentuman yang terjadi pada sekitar pukul 01.00 WIB, Senin (11/5). Suara dentuman serupa juga terjadi di wilayah Jawa Barat dan Jakarta pada 11 April lalu.

Ekstrak Ganja Tingkatkan Resistensi Virus Corona


KompiNews.com - Pencarian vaksin untuk virus corona jenis baru, SARS-CoV-2, atau obat yang bisa menyembuhkan penyakit yang disebabkannya, COVID-19, telah membawa para peneliti menggunakan cara-cara tradisional dan yang kurang tradisional.

Sunday, May 10, 2020

Peneliti Temukan Kombinasi Obat Melawan Covid-19


KompiNews.com - Penelitian di Hong Kong menemukan tiga kombinasi obat antivirus yang mampu menekan jumlah virus corona penyebab Covid-19 dalam tubuh. Studi terhadap 127 pasien Covid-19 di negara itu membagi kelompok menjadi dua yakni kelompok uji dan kelompok kontrol.

Friday, May 8, 2020

Robot Pembasmi Corona Diciptakan di Bandung


KompiNews.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melarang penyemprotan disinfektan ke tubuh guna mematikan virus corona, seperti yang dilakukan di beberapa daerah di Indonesia beberapa waktu lalu.

Thursday, May 7, 2020

Tuesday, May 5, 2020

Puncak Hujan Meteor Eta Aquarids Malam Ini


KompiNews.com - Puncak hujan meteor Eta Aquarids di Indonesia terjadi malam ini dan dapat diamati pada Rabu (6/5) dini hari dinikmati sembari santap sahur di bulan Ramadan 2020.

Monday, May 4, 2020

Kacamata Khusus Deteksi Corona Dibuat China


KompiNews.com - China terus berinovasi untuk membuat alat pendeteksi virus corona SARS-Cov-2. Kali ini, salah satu perusahaan rintisan (startup) China membuat kacamata khusus untuk mendeteksi virus Covid-19 tersebut.

Sunday, May 3, 2020

Gawat! Asteroid 1998 OR2 Melesat Mendekati Bumi


KompiNews.com - Asteroid besar melesat melewati Bumi pada Rabu 29 April waktu Eropa atau Kamis (30/4/2020) waktu Indonesia. Asteroid itu melintas dengan jarak 6,3 juta kilometer dari planet manusia.

Asteroid itu yang dinamai 52768 (1998 OR2), mendekati Bumi sekitar pukul 11.00 waktu Eropa. Meski jaraknya jutaan kilometer dari Bumi, asteroid ini digolongkan NASA melakukan "pendekatan yang dekat".

Asteroid raksasa itu diperkirakan berdiameter antara 1,8 km hinga 4,1 km atau lima kali lebih besar dari bangunan terbesar di dunia, Burj Khalifa.

Para ilmuwan dari Proyek Teleskop Virtual di Roma menjadi tuan rumah siaran langsung saat asteroid itu melintas, menunjukkan batuan ruang angkasa saat terbang melalui langit malam. Gian Masi, yang memandu siaran langsung, itu mengatakan, "Kita tahu di mana asteroid itu berada karena kita tahu orbitnya. Dan orbit yang sama ini memungkinkan kita untuk mengatakan itu tidak akan mengenai kita."

Berikut ini potret asteroid 1998 OR2 yang ditangkap teleskop saat terbang di langit:



NASA belum mengesampingkan kemungkinan adanya asteroid akan bertabrakan dengan Bumi di masa depan. Mereka menemukan sekitar 30 objek baru 'dekat Bumi' (NEOs) setiap pekan, yang sebagian besar sangat kecil, tetapi kadang-kadang, seperti dalam kasus ini, mereka jauh lebih besar.

Namun, yang mengkhawatirkan, NASA mengatakan kemungkinan dampak yang tidak terduga dapat terjadi kapan saja. Mereka menjelaskan, "Para ahli memperkirakan bahwa dampak dari objek sebesar objek yang meledak di Chelyabinsk, Rusia, pada 2013 - sekitar 55 kaki (17 meter) - terjadi sekali atau dua kali dalam satu abad."

"Dampak benda yang lebih besar diharapkan jauh lebih jarang (dalam skala berabad-abad hingga ribuan tahun). Namun, mengingat ketidaklengkapan katalog NEO saat ini, dampak yang tidak terduga - seperti acara Chelyabinsk - dapat terjadi kapan saja."

Sumber : Liputan6

Bisnis

Sains

Teknologi